Tampilkan postingan dengan label Komunitas Emak Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas Emak Blogger. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2020

Solver dan Writer

 Gambar mungkin berisi: Runny Yuliasari, teks yang menyatakan 'Bunda Runny Woman Solver ပ Writer'

 
Kedua profesi inilah yang melengkapi peran saya sebagai perempuan. Sebagai diri pribadi, saya bisa mengungkapkan segala ide, perasaan dan pengalaman dalam bentuk tulisan. Di mana tulisan-tulisan tersebut menjadikan saya merintis sebagai penulis.
Sebagai seorang ibu, saya sudah menjadi ibu dari 4 orang anak yang in syaa Allah soleh dan sholehah. Sebagai seorang istri, saya sudah menjalaninya selama 17 tahun. Semoga hingga jannah-Nya nanti, kami tetap bersama.
Sebagai anggota masyarakat, saya memilih peran menjadi seorang Solver. Profesi di mana seseorang membantu orang lain untuk menemukan jalan cahaya kehidupannya. Sesuai dengan tagline Solver, yaitu "Nyalakan Jalan Cahaya".
Dengan profesi ini saya ingin mengambil peran untuk membantu para wanita agar lebih berdaya, mandiri tapi tetap memahami posisinya sebagai seorang istri, ibu dan diri sendiri. Oleh karena inilah saya mengambil spesialisasi Solver sebagai "Woman Solver". Sesuai ajaran Islam, yang diterangkan dalam Al Quran, bahwa wanita adalah tiang negara. Baik wanitanya maka baik pula negaranya.
Dengan tagline "Be A Great Woman", saya ingin mengajak para wanita untuk berjuang menjalankan berbagai peranannya. Karena prinsip yang sesuai dengan ajaran Islam adalah "A Great Woman can create A Great Leader".
Kedua profesi ini saya peroleh dengan penuh perjuangan. Keinginan menjadi penulis berawal saat bertemu dengan seorang blogger cantik di sebuah komunitas tahun 2012. Tahun 2015, bertemu seorang mentor penulis di facebook. Mencoba ikut kelasnya agar bisa menerbitkan buku solo. Walau hingga tahun 2016, buku solo tersebut tidak pernah terbit.
Hingga di tahun 2018, saat  saya mantap mengambil Solver sebagai profesi, dengan perjuangan yang tidak mudah. Karena perjuangan meyakinkan suami bahwa dengan menjadi Solver adalah impian saya, membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Karena tekad yang kuat, maka Allah membuka hati suami untuk memberikan restu dan ridhanya kepada saya. Ya, ridha suami menjadi penentu keberhasilan saya. Seiring dengan perjalanan saya menempuh pendidikan Solver, profesi Writer mulai berkembang pula. Bagi saya, seorang Solver tanpa mempunyai karya tulisan belumlah sempurna.

 

Kamis, 16 Juli 2020

Life Begin at Fourty

Gambar mungkin berisi: Runny Yuliasari
 

Seperti itulah pepatah mengatakan. Dan seperti itulah kenyataan dalam kehidupanku. Ya, di usia yg ke 40th, aku temukan jati diri, passion, dan impianku.
Di usia inilah, akhirnya aku menemukan diriku yang sebenarnya. Sekian puluh tahun penuh kegalauan akan pribadi yang dianggap aneh. Bahkan pasanganku sendiri mengatakan bahwa beliau tidak pernah bisa memahamiku. Sungguh suatu perjalanan hidup yang tidak mudah.
Namun seiring dengan ajegnya pribadiku, passionku dalam menolong orang menemukan kolamnya. Impianku yang tetap kugenggam erat, mulai menunjukkan wujudnya. Melalui komunitas STIFIn, aku mendapatkan itu semua.
Impianku sejak kecil adalah menjadi psikolog. Namun takdir membawaku menjadi seorang akuntan. Dimana dibidang itulah aku menemukan jodoh. Jodoh yang kelak membantuku meraih passion dan mewujudkan impian.
Gelar psikolog melayang, Allah gantikan dengan profesi Solver. Di komunitas STIFIn inilah aku digembleng menjadi seorang Solver. Seseorang yang membantu orang-orang untuk menemukan solusi permasalahannya. Finally, my dream comes true.
Sebelum menjadi Solver, aku menjadi Trainer terlebih dahulu. Modul andalanku adalah pemberdayaan wanita. Oleh karena itulah modulku dinamakan "Be A Great Woman The Series". Mengapa modulku dibuat serial? Karena modul itu dibuat untuk para wanita agara tetap terberdayakan sejak masih lajang, menikah hingga mempunyai anak.
Sesuai dengan spesialisasi modulku, maka saat profesi Solver aku sandang, Personal Brandingku menjadi "Be A Great Woman Solver". Aktivitas menjadi trainer dan profesi Solver inilah yang akhirnya membangunkan passionku dalam menulis. Dengan kondisiku saat ini, menulis menjadi suatu keniscayaan.
Kini hari-hariku dipenuhi oleh berbagai kegiatan menulis. Disamping tetap memprioritaskan tugasku sebagai istri dan ibu. Cita-citaku kini adalah ingin menghasilkan setidaknya 20 buku dalam setahun. Entah itu buku solo, antologi atau modul training. Berbagai kisah klien yang datang padaku, dapat kutulis menjadi sebuah buku untuk diambil hikmahnya.


Jumat, 18 April 2014

Super Mom, The Real Super Hero You Ever Had......

Superman, Batman, Cat Woman, The Avenger they are not real. But if you want to know the real super hero, you can come to your mom.
Ya, semakin canggih teknologi, semakin banyak bermunculan ibu ibu terutama para ibu muda yang memiliki gelar super mom. Zaman sekarang, kesadaran para ibu terhadap perkembangan anak-anaknya semakin tinggi, sehingga mereka rela untuk berjibaku membagi stamina untuk karir dan urusan rumah tangga. Tak jarang diantara para ibu muda itu yang memutuskan untuk melepaskan karir yang sudah dicapai demi menjadi ibu rumah tangga. Sesungguhnya, keputusan itu merupakan keputusan yang sangat sulit untuk diambil terutama bagi wanita yanag sudah mencapai karir di jabatan level atas. Namun demi perkembangan anak-anaknya, hal itu menjadi lebih mudah untuk diambil. Walau tak sedikit diantara mereka yang juga mengalami stress/depresi pada saat beradaptasi dari wanita karir menjadi ibu rumah tangga.

Senin, 14 April 2014

Why Blogging.....

Blogging..... sebuah kata yg beberapa tahun terakhir ini cukup jd perbincangan. Padahal sebenarnya aktivitas blogging ini persamaan kata menulis, bedanya kl blogging itu menulis yang penyimpanannya dilakukan secara digital. Eh, bener ga sih? Hhhmmm, whatever lah, yang penting blogging podo wae karo nulis....
Di jaman yg serba canggih ini, kita bisa membagikan perasaan, pikiran maupun mimpi mimpi kita kepada teman teman melalui blog. Bahkan melalui blog pula kita bisa mempromosikan produk yang kita jual. Intinya, we can share everything di blog.

Let's Blogging...

Alhamdulillah, akhirnya setelah perjuangan yg sungguh menyesakkan hati (sinyal internet yg amat tdk bersahabat) diriku bisa mulai menulis...
Sebenarnya tulis menulis karang mengarang bukanlah hal baru karena sejak SD sampai SMP, diriku sudah membuat buku harian, dan alhamdulillah buku buku diary itu msh tersimpan dgn baik di rumah orang tua. Dan sudah dipastikan, pd saat nanti dibaca kembali
akan terasa lucu dan culun, selain akan teringat kembali kisah kasih di sekola dulu (jadi kayak lagunya obie mesakh ya...) prikitiiiiwwww..... hehehe
 *jdmerahdehpipinya