Selasa, 17 September 2019

Aku, Kau dan Dia....Dia....Dia.....

Related image



Lagu Kangen dari Dewa 19 terdengar dari aplikasi musik di hpku. Miris rasanya mendengar lagu itu karena ternyata rasa kangen yang kumiliki kepadamu justru terlarang. Ya, kamu pemilik rasa kangenku sudah dimiliki oleh hati yang lain. Walaupun kamu berkata bahwa bukan aku yang salah tapi kamu yang salah karena sudah memulainya. Ya, sejujurnya aku tidak pernah mengerti kapan rasa ini ada untukmu, karena tanpa aku sadari hatiku sudah tergenggam olehmu.
Sejak awal kita bertemu, aku tidak pernah menyadari kehadiran dirimu Berbeda dengan kamu yang langsung terpikat padaku. Itu yang selalu kamu ucapkan, bukan? Dan seiring berjalannya waktu, seiring kuatnya doamu untukku akhirnya hatiku menjadi milikmu tanpa bisa kucegah. "Cinta sebuah nama yang sulit difahami, tetapi begitu kuat menggelayut di hati". Seperti itulah yang kurasakan saat ini, seperti apa yang Imam Ibnul Qayyim ungkapkan tentang cinta.
Dirimu adalah fakta. Tak sekalipun kamu menutupi keadaanmu yang sudah berdua. Tak sekalipun kamu berusaha merayu atau menggombaliku. Kebersamaan kita adalah kebersamaan untuk bekerja. Tak pernah terpikir olehku untuk memberikan hati kepadamu. Kamu sama sekali bukan laki-laki yang masuk dalam kriteria idamanku dalam segala segi. Tapi itulah kekuatan doa. Meskipun doa yang kamu panjatkan salah tujuan tapi karena ketulusanmu padaku maka Tuhan kabulkan. Sungguh ku tak mengerti harus bagaimana.
Saat itu aku masih punya logika. Sebagai sesama wanita, aku takkan pernah mau menyakiti hatinya, si pemilik hatimu. Logikaku menyuruh untuk menjauh. Dan disaat pekerjaan kita selesai, saat itulah aku yakin bahwa ini adalah jalan untuk mengakhirinya. Kujaga cinta dengan melepaskanmu. Berharap agar Allah meridhai diriku dan dirimu yang berpisah untuk meraih cinta-Nya. Aku yakin, saat aku melepasmu karena-Nya...maka pasti akan digantikan dengan yang jauh lebih baik. Ya! Yang jauh lebih baik. Bisa jadi jodohku tetap kamu, tapi kita akan bertemu dengan kondisi yang jauh lebih baik.
Yang terindah dari perrpisahan kita adalah saat aku mengikhlaskanmu. Perlahan aku mencoba mengikhlaskanmu. Walau aku tahu kamu tidak pernah terima sikapku ini. Tapi aku yakinkan kamu bahwa dengan saling mengikhlaskan, jalan keluar bagi kita akan segera Allah berikan. Tanpa kamu sadari, betapa sakit hatiku untuk mengikhlaskan kamu, tapi demi cintaku padamu, ini harus aku lakukan. Aku tidak mau kamu berada dalam dilema yang aku tahu kamu tidak dapat memilih salah satu kondisinya. Percayalah, perpisahan kita akan membuat kita kuat. Sekaligus ujian bagi kita untuk dibuktikan kepada Tuhan, betapa kuatnya cinta kita.
Bertahun sudah kita berpisah. Namun ternyata cinta kita masih utuh. Begitu juga pemilik hatimu, masih orang yang sama. Sementara kekuatan cinta kita semakin kuat seiring perpisahan kita. Tak mampu ku membuka untuk yang lain. Dalam khusyu aku selalu berdoa memohon untuk didatangkan penggantimu. Tak mau kumenyakiti dia pemilik hatimu.
Kini, setelah bertahun perpisahan kita, setelah bertahun kita tak pernah saling menyapa dalam nyata, Tuhan pertemukan kita dalam kenyataan. Saat aku mulai akan membuka hati, dirimu hadir didepanku menawarkan cinta yang sempat terpisah. Ternyata Tuhan membuka hati pemilik hatimu untuk bisa menerima kehadiranku. Jalan Tuhan memang tidak pernah terduga. Sungguh pertemuan ini adalah hal yang tidak pernah aku bayangkan, namun inilah rencana Tuhan untuk makhluknya yang bersabar. Kini aku dan kamu bisa bersama tanpa aku harus menyakiti dirinya yang sudah memiliki hatimu terlebih dulu.

Note :
Untuk kamu yang disana, selamat ya sudah mendapatkan cintanya....

















Tidak ada komentar: